Minggu, 29 Juli 2012

Aku & Abiasa

Rama dan Abiasa,
Sebuah nama yang sama sama di ambil dari sebuah dongeng pewayangan, kebanyakan orang mengenal nama Rama karena aku gabung di Abiasa jadi sampai sekrang ga bisa dipisahkan. 
Sama seperti halnya seorang teman yang di pertemukan dengan ataupun tanpa sengaja, kita bertemu dan berkenalan sampai aku di buat penasaran siapa dia? bagaimana dia? dan dari mana dia?. Terus terus dan terus aku mencoba dekat dengan dia, semakin dekat dan semakin tertarik aku sama dia.
aku berkenalan sekitar pertengahan tahun 2005 dan itu di ajak seseorang yg pernah dekat dengan aku, disanalah aku berkenalan dengan perasaan yang penuh dengan tanda tanya ( ?????? ) mulai aku memperkenalkan diri sama dia...
" saya Rama lahir di Cililin 03 November 19''...."
oke....
Pertamanya aku ragu untuk berkenalan tapi perlahan aku mulai mengerti mengapa aku harus kenal siapa dia, karena kurasa dia adalah seorang teman yang bisa mengerti dan menerima aku apa adanya, semakin aku tertarik dengan apa yang dia kasih dan semakin aku dekat dengan dia. Dia adalah  Abiasa.

Yayasan Himpunan abiasa,
dimana aku bisa mendapatkan sangat banyak pengetahuan yang belum pernah aku tau sebelumnya dan aku sangat tertarik dengan hal itu. Dengan mengenal Abiasa, aku mengenal tentang diri aku sendiri karena kita sehati. Dan semakin aku mendalami terjun langsung bergabung dengan teman teman lain yang sehati saling berbagi ilmu dan berbagi pengalaman. Saat itu abiasa adalah satu satunya LSM yang aku kenal. Himpunan abiasa merupakan salah satu LSM yang menganggkat tentang isu HIV/AIDS di komunitas MSM di kota Bandung.
Aku sangat beruntung bisa bergabung dengan Abiasa, karena disana aku menambah ilmu dan pengetahuan sekitar HIV/AIDS dan IMS. Dan setelah beberapa kali ikut pertemuan di acara ngobras ( ngobrol bareng Abiasa ) kalo waktu dulu di adakan setiap dua minggu sekali, di ngobras itu kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman masing dan kadang suka di adakan diskusi untuk mencari solusi permasalahan yang ada. Terus aku di tawarin menjadi PE ( Peer Educater ) atau di sebut perpanjangan tangan untuk memberi informasi tentang HIV/AIDS n IMS kepada teman teman sehati.
Tidak terasa aku berteman dan begabung langsung dengan abiasa sangat dekat sekali, aku selalu di ikut sertakan kalo ada kegiatan or ada pelatihan. alhamdulillah aku sudah beberapa kali diikutsertakan dalam sebuah pelatihan yang antara lain pelatihan pemakaian kondom 100%, pelatihan HIV/AIDS dan IMS, pelatihan TB, pelatihan PR ( Public Relation), dan pelatihan pelatihan yang lain. Sungguh aku sangat berterima kasih sama abiasa. Abiasa adalah my 2nd home buat aku.
Oh iya di abiasa kegiatannya tidak hanya sekedar penyuluhan terus tapi disana ada sanggar tarinya juga dan kebetulan aku ikut gabung di sanggar tari tersebut, kini nama sanggar tari abiasa menjadi Sanggar Tari Studio Guyat Geyot. Nah, rencana STS.GG mempunyai beberapa kegiatan juga di dalamnya tidak hanya sekedar nari tapi kita mau ngadakan English Club, Teater, MC. Seruuuuuuuuuuu....!!!


suka duka aku terasa gabung di Abiasa, dan sebetulnya keinginan aku dari abiasa bisa menjangkau dan memberi informasi kedaerah kelahiran aku sendiri yaitu Cililin...( serius lho ini...)
Harapanku, 
dengan adanya abiasa kita bisa memutus mata rantai penularan HIV/AIDS n IMS di Kota Bandung.

terima kasihku untuk Abiasa
Good luck 


kang aum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar