Rabu, 22 Agustus 2012

Mengais Masa lalu


Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kau gurat secara sengaja,
Seakan akan sosokmu nyata
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan
Dalam kenangan kau seret aku perlahan,
Menuju masa yang harusnya aku lupakan
Hingga aku kelelahan,
Hingga aku sadar
Bahwa aku sedang dipermainkan
Inikah caramu mecabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangisanku itu berarti bahagia buat mu?
Apa dngan menorehkan luka dihatiku berarti kemenangan  bagimu?
Siapa aku dimatamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu
Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kau mainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan, kapan kau ajari aku kebebasan?
Ajari aku caranya melupakan,
Meniadakan segala kecemasan
Nyatanya derai air mataku ini hanya disebabkan olehmu,
Ajari aku caranya melupakan
Sehingga aku lupa caranya menangis,
Sehingga aku lupa caranya meratap,
Karena aku selalu kenal air mata,
Aku hanya ingin tertawa
Sehingga hati aku mati rasa akan luka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar